Beginilah Cara Mendapatkan Bonus di Warung Nasi

Semenjak dari SMP, saya itu tidak terlalu banyak uang jajan. Saya hanya diberikan Rp10.000 per hari oleh ayah, dari sinilah pemikiran saya berkembang untuk mendapatkan makan dengan cara sedikit licik di harga yang murah. Ya, saya akui kalau saya suka mengakali sistem, apapun itu. Bagi saya, tidak ada uang  itu tidak apa-apa, asalkan punya akal yang cerdik. Selama saya SMP, saya itu jarang jajan karena tidak banyak uang di saat itu. Sedih memang kalau dipikir-pikir di masa SMP, saya di SMP suka sekali bergaul dengan siapapun, mau perempuan atau laki-laki akan saya temani. 

Tidak cuma teman sekelas, saya juga berteman dan dekat dengan penjual makanan di kantin SMP. Kenapa saya bisa dekat dengan penjual kantin? Karena saya tau cara mengambil hati ibu-ibu dengan kata lain, saya paham sekali cara berkomunikasi dengan orang yang lebih tua (Ibu-ibu). Saya menyadari kalau bakat saya adalah mengobrol. 

Di mana-mana bakat itu seperti menyanyi, bermain musik akan tetapi kalau saya mengobrol. Dari mengobrol itu, di masa SMP saya sering Stand Up Comedy di depan banyak orang. Ngelucu di depan orang banyak itu banyak manfaatnya, saya merasakan hal tersebut. Penjual kantin ketawa-tawa dengan materi komedi saya, waktu itu saya menceritakan hal kejadian di rumah, saya membuat itu menjadi lucu. Beberapa kali saya ke kantin, saya selalu membeli dan beri bonus entah itu gorengan ditambahin atau kadang boleh mengutang, enak 'kan? 

Selama 3 tahun di SMP menimbah ilmu beserta menambah relasi, saya akhirnya meng-copy-paste-kan cara saya di SMP dan lalu saya terapkan di SMA, caranya dengan sering membeli di situ terus dan mengajak ngobrol penjualnya. Tidak menunggu berbulan-bulan, saya bisa mendapatkan hati penjualnya. Kalau kamu punya skill basa-basi dengan orang lain, gunakanlah sebaik mungkin. 

Dengan kamu paham cara  komunikasi, ini bisa digunakan saat kamu PDKT sama orang atau saat kamu sedang berjualan. Apa topik-topik yang saya sering gunakan dalam memulai bicara dengan penjual di kantin? Berikut ini adalah list topik obrolannya, gunakanlah saat kamu di warung;

1. Saya selalu mengucakan salam seperti "Assalam'ualaikum, Bu Dhe/Pak Dhe?"

Menurut saya dengan mengucapkan salam itu penting, karena si penjual merasa dihargai. Di saat inilah, kamu masuk topik obrolan dengan menanyakan menu dulu.

2. Tanyakan menunya terlebih dahulu, lalu basa-basi dengan konteks yang nyambung dengan keadaan

Iya ini harus banget karena di momen inilah kamu bisa mendapatkan bonus, kalau penjualnya sendirian tanyakanlah seperti "Kok Bu Dhe sendiri?" atau "Istri Pak Dhe kok nggak ikut?", ketika mereka sudah membalas pertanyaanmu berusahalah untuk mendengarkan dan tanyakan hal-hal terkait itu.

3. Pujilah jualan mereka dengan tidak berlebihan

"Kemarin enak Bu Dhe bakwannya, aku makannya pas panas-panas, terus sayurnya masih kriuk gitu" ucap saya dengan yakin banget di depan penjualnya. Kalau respon penjualnya positif, teruslah ajak mengobrol, paling gampang bahas tentang pendapatan hari ini. Begini aja bilangnya, "Gimana Bu Dhe, hari ini laris manis nggak?" dan usahakan dengan ekspresi yang ingin tau. Kalau jawaban mereka positif, kamu jawab dengan bilang "Semoga laku banyak, ya , Bu Dhe. Aamiin". 

Sederhana bukan? cara ini harus dilakukan terus menerus, gantilah topik-topik pembicaraan dan jangan itu-itu terus, boleh curhat masalah kamu, bahas anak-anak Bu Dhe dan Pak dhe, bahas rumahnya di mana, bahas awal-awal buka usaha, dan lain-lain. 

Dari obrolan itulah munculnya chemistry antara kamu dan penjual.  Kamu akan berada di fase-fase diberikan bonus dari si penjual. Sampai saat ini, saya masih melakukan itu di bangku kuliah. Jadi di kampus saya, ada penjual kantin yang kenal dan tau nama saya.

Sampai-sampai saya ditanyakan sama penjualnya, seperti ini penjualnnya bilang ...

"Oalah kemana aja kamu, 'le? Bu dhe kangen. Kamu udah lama gak makan di sini" dengan nada tinggi dan kangen.

Kalau kamu ditanyain seperti itu, ini adalah indikasi kalau kamu sudah dekat sama penjual. Ini kejadian asli di kantin kampus saya, akhirnya saya beli makanan di warung itu. Saya suka dikasih bonus entah diberi gorengan atau telur balado. Saya suka bayar di harga yang murah dan berbeda dengan teman-teman saya.

Artikel ini ditulis dari pengalaman saya selama sekolah dan mempelajari karakteristik penjualnya terlebih dahulu. Semua tulisan ini adalah ilmu yang sudah saya sempurnakan sampai saat ini. Saya bisa begini, karena saya tidak terlalu banyak uang dan memikirkan cara mendapatkan jajan (makanan) lebih di harga yang murah, semua itu karena kepepet keadaan dan maka dari itu pemikiran saya menjadi kreatif. Usahakan jangan pernah malu, buat apa malu? 'kan mau dapat bonus makanan. HAHAHAHA. Itulah kenapa berteman itu penting.

- Verdyan


Comments

Popular posts from this blog

If you have a trouble, do this in your life!!

Cara Disukai Banyak Cowok

Hello everybody?